Showing posts with label Fauna. Show all posts
Showing posts with label Fauna. Show all posts

Friday, 29 May 2020

Serangan Kutu Putih (Mealybug) pada Kantong Semar

Kutu putih atau mealybugs (Hemiptera, Sternorrhyncha, Coccoidea, Pseudococcidae, dan Putoidae) adalah serangga pengisap cairan tanaman, bertubuh kecil dan lunak, yang tertutup lilin lengket seperti tepung putih. Adanya serbuk lilin ini yang mengilhami penamaan mealybug atau serangga bertepung.

Pada kantong semar, kutu putih paling doyan menyerang bagian ujung tunas dan calon kantong. Imbasnya, daun dan kantong baru memiliki bentuk yang tidak normal, berlekuk-lekuk. Secara umum, tanaman akan mengalami gangguan pertumbuhan.Kutu putih tidak memilih-milih bagian tanaman untuk diserang. Infestasi berat teramati seperti gumpalan kapas pada area batang, bawah daun, ketiak daun, bahkan hingga di dalam kantong.

Kutu putih di bawah daun kantong semar

Thursday, 30 January 2020

Serangan Kutu Akar pada Kantong Semar

Kutu akar (root mealybugs) adalah spesies kutu putih (mealybugs) yang hidup di bawah permukaan tanah dan mencari makan melalui akar tanaman. Kelompok spesies ini disebut juga soil mealybugs dan subterranean mealybugs. Genus yang tergolong kutu akar antara lain Geococcus, Rhizoecus, Xenococcus, Chorizococcus, Spilococcus, Spinococcus, dan Chnaurococcus
Serangan kutu akar seringkali tidak terdeteksi karena lokasi di dalam media dan populasi berkembang lambat. Infestasi dapat teramati berupa massa putih seperti kapas pada akar. Massa putih ini berisi kutu betina dewasa dan telur. Kutu berbentuk oval seperti butiran beras putih bertepung, dengan panjang antara 1,5-5 mm. 

Friday, 27 December 2019

Nyamuk Mendeteksi Insektisida Melalui Kaki

Nyamuk memiliki kemampuan amat tinggi dalam beradaptasi dengan berbagai kondisi lingkungan, termasuk kekebalan terhadap insektisida. Kini para peneliti berhasil mengidentifikasi mekanisme yang membuat nyamuk penular malaria menjadi kebal terhadap insektisida. Spesies nyamuk Anopheles ini mampu mendeteksi racun melalui kakinya. Hasil kajian Victoria A Ingham dan tim dari Vector Biology, Liverpool School of Tropical Medicine, Inggris, ini dipublikasikan di jurnal Nature, 25 Desember 2019. Awalnya para peneliti mempelajari perilaku Anopheles gambiae dan Anopheles coluzzii, dua vektor malaria utama di Afrika Barat. Mereka menemukan populasi nyamuk yang resisten insektisida memiliki protein SAP2 di kakinya. "Kami menemukan mekanisme resistensi insektisida yang baru dan menyebabkan kelambu berpestisida kehilangan keampuhannya," kata Victoria Ingham, dalam rilis.
Kompas, Sabtu, 28 Desember 2019, halaman 10

Saturday, 3 February 2018

Karang Makin Sekarat

Oleh ICHWAN SUSANTO
Tekanan lingkungan pada ekosistem terumbu karang kian berat. Mulai dari kekurangan oksigen, penipisan rangka, pemutihan, hingga penyakit akibat sampah plastik.
Hewan karang yang diperkirakan hidup sejak zaman purba kondisinya kian memprihatinkan. Mulai dari perubahan iklim akibat ulah manusia yang membawa penghangatan global hingga ketidakberadaban manusia yang tak bisa mengelola sampah ”modern”-nya semakin menekan kehidupan ekosistem karang.

Saturday, 30 December 2017

Aru, Perahu Surga Keragaman Hayati

Oleh AHMAD ARIF
Sore itu, hutan hujan adat Desa Loran, Kecamatan Aru Tengah, Kabupaten Kepulauan Aru, Maluku, masih menampakkan wajah purbanya. Pepohonan tumbuh menjulang dan merapat. Kulit batangnya dilapisi lumut dan berbagai jenis epifit. Sebagian lagi dibelit tanaman rambat, yang menjulur tinggi mencari cahaya. Cendawan tumbuh subur di batang yang melapuk karena usia.

Sunday, 25 June 2017

Serangga Selandia Baru Bangkit Dari Mati Beku - BBC Earth



Hemideina maori, weta batu gunung, dari Selandia Baru, merupakan serangga yang memiliki kemampuan hidup luar biasa dalam lingkungan yang membekukan. Kemampuan hidup setelah beku ini sama dengan katak kayu Alaska.

Saturday, 8 April 2017

Kebun Binatang Surabaya, Jangan Dilupakan

Oleh CHRIS PUDJIASTUTI
Mal-mal yang dibanjiri sebagian warga kota besar tak menyurutkan minat orang untuk menghirup udara segar dan berbagi kehidupan dengan satwa di kebun binatang. Salah satu kebun binatang yang bertahan selama lebih seabad adalah Kebun Binatang (KB) Surabaya, di Jalan Setail nomor 1, kawasan Darmo.
makua.jpg
Gorila “King Kong” bernama Makua, Senin (13/11/1979) sore, tiba di lapangan udara Halim Perdanakusuma dari negeri Belanda. Kandang Makua dipindahkan ke pesawat AURI Fokker F-27 Troopship. (Kompas/Dudy Sudibyo)

Sunday, 18 September 2016

Jalan Panjang Teripang Tanah Air

Oleh J GALUH BIMANTARA
Teripang, barangkali banyak orang mengenal sebagai binatang laut yang juga kudapan. Namun, tahukah publik bahwa perdagangan teripan asal Indonesia terentang lebih dari 300 tahun. Tahukah pula bahwa teripang ternyata terdiri atas 54 spesies berbeda. Yang hampir pasti, kepedulian terhadap fauna yang merupakan bagian dari timun laut itu masih amat minim.
1909210teripanggg780x390.jpg
Teripang si sumber nafkah. (Kompas/Yunas Santhani Azis)

Sunday, 24 April 2016

"Si Pemalu" dari Padang Lamun

Oleh J GALUH BIMANTARA
Mamalia laut yang satu ini tergolong amat sulit ditemui para penyelam dan peneliti. Ia dianggap pemalu karena umumnya menghindari kontak dengan manusia. Bahkan, mamalia laut itu akan menjauh jika dalam radius 500 meter hingga 1 kilometer mendeteksi adanya potensi gangguan melalui pendengarannya yang sensitif.

Sunday, 10 April 2016

Sebaran Flu Burung Setelah H5N1

Oleh TRI SATYA PUTRI NAIPOSPOS
Belakangan ini kita menyaksikan virus flu burung masih berjangkit di beberapa daerah. Kita tidak menyadari selama dua tahun terakhir di seluruh dunia telah muncul subtipe-subtipe baru selain H5N1.
Masalahnya ada 18 tipe H dan 11 tipe N yang berbeda. Kombinasi apa pun mungkin saja terjadi, dan ada galur berbeda dalam setiap subtipe virus, seperti H5N2, H5N3, H5N6, H5N8, H7N2, H7N3, H7N6, H7N8, H7N9, H9N2, dan H10N8. Di antaranya wabah H5N2 dan H7N9 jadi berita utama media internasional.
Para ahli masih mengkhawatirkan virus-virus ini berpotensi menular secara mudah ke manusia dan mengarah pada munculnya pandemi. Adaptasi virus-virus AI dimungkinkan karena perubahan gen virus secara konstan, baik lewat mutasi gen atau pertukaran gen dengan virus influenza yang lain.

Wednesday, 9 March 2016

Siamang Berisik, Maleo Terdiam

Siamang (Symphalangus syndactylus) menunjukkan perilaku paling unik di antara satwa teramati di Kebun Binatang Ragunan, Jakarta Selatan, seiring gerhana matahari sebagian, Rabu (9/3). Saat satwa lain tenang, puluhan primata koleksi Ragunan itu justru aktif: menjerit dan terus bergerak di kandang.
Symphalangus_syndactylus,_Chiba_Zoo,_Japan.jpg
Siamang (Symphalangus syndactylus). (Flickr/suneko)

Monday, 29 February 2016

Habitat Satwa Semakin Hancur


152 Gajah Sumatera Mati

JAMBI, KOMPAS — Sedikitnya 152 gajah sumatera (Elephas maximus sumatranus) mati sejak 2012 dan ancaman kematian gajah terus berlangsung. Kepunahan sudah terjadi di 13 kantong karena habitat gajah secara masif beralih menjadi kebun dan hutan monokultur.

Seekor gajah sumatera (Elephas maximus sumatranus) tewas di perkebunan karet masyarakat di Desa Semambu, Kecamatan Sumay, Kabupaten Tebo, Jambi, Jumat (12/2). Konflik antara satwa dan manusia di wilayah itu diduga sengaja dimanfaatkan pemburu liar untuk membunuh gajah dan mencuri gadingnya.
Seekor gajah sumatera (Elephas maximus sumatranus) tewas di perkebunan karet masyarakat di Desa Semambu, Kecamatan Sumay, Kabupaten Tebo, Jambi, Jumat (12/2). Konflik antara satwa dan manusia di wilayah itu diduga sengaja dimanfaatkan pemburu liar untuk membunuh gajah dan mencuri gadingnya. (Kompas/Irma Tambunan)

Tuesday, 23 February 2016

Nyamuk "Aedes" Siap "Tempur"

Oleh AMANDA PUTRI dan ADHITYA RAMADHAN
Demam berdarah dengue bisa cepat menyebar karena meningkatnya populasi nyamuk sebagai vektor, tingginya mobilitas manusia, dan berubahnya lingkungan. Namun, kini penyebaran bisa lebih cepat. Nyamuk tak butuh lagi darah manusia yang mengandung virus dengue karena sejak lahir mereka sudah membawa virus dengue.
Umum diketahui, penularan virus dengue terjadi saat nyamuk Aedes aegypti menggigit orang yang terinfeksi virus dengue. Kemudian, nyamuk yang sama menggigit orang lain dan menularkan virus melalui liurnya.
Dalam Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Dengue dan Demam Berdarah Dengue Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO (2011) dijelaskan, saat nyamuk Aedes aegypti menelan darah yang terinfeksi, virus bereplikasi di lapisan sel epitel usus tengah, lolos ke hemocoel (rongga berisi darah pada artropoda), dan menginfeksi kelenjar ludah. Virus lalu masuk air liur dan ditularkan saat nyamuk menggigit manusia.

Monday, 22 February 2016

Nyamuk, Spesies Paling Mematikan

Oleh AHMAD ARIF
Perang panjang manusia melawan nyamuk telah dilakukan sejak awal peradaban, tetapi belum ada tanda-tanda kita bisa memenanginya. Hingga kini, nyamuk menjadi spesies yang menimbulkan kematian tertinggi bagi manusia. Mengalahkan aneka jenis binatang buas, bahkan mengalahkan kekejian manusia sendiri.
Petugas fogging Dinas Kesehatan Kota Malang melakukan fogging di Gedung DPRD Kota  Malang, Sabtu (6/2). Di tengah wabah demam berdarah yang sedang menjangkit warga dihimbau tidak hanya melakukan fogging melainkan melakukan gerakan 3M (menguras, menutup, dan mengubur )tempat yang menjadi potensi sarang nyamuk Aedes Sp.
Petugas fogging Dinas Kesehatan Kota Malang melakukan fogging di Gedung DPRD Kota Malang, Sabtu (6/2). Di tengah wabah demam berdarah yang sedang menjangkit warga dihimbau tidak hanya melakukan fogging melainkan melakukan gerakan 3M (menguras, menutup, dan mengubur )tempat yang menjadi potensi sarang nyamuk Aedes sp.(Kompas/Bahana Patria Gupta)
Bill Gates, miliuner pemilik Microsoft dan belakangan gencar mendanai riset tentang nyamuk, dalam blog pribadinya membuat tulisan yang menggelitik: Spesies apa paling mematikan di dunia? Apakah hiu, ular, atau harimau? Jika mengacu pada jumlah kematian yang diakibatkannya tiap tahun, jawabannya tak ada di antara binatang-binatang itu. Hal yang benar ialah nyamuk.
Gates melengkapi argumennya dengan data dan grafis menarik. Ular disebut membunuh 50.000 manusia tiap tahun serta anjing (kebanyakan karena rabies) menewaskan 25.000 orang. Beberapa binatang yang dianggap paling mengerikan, seperti hiu dan serigala, hanya menewaskan kurang dari 10 orang per tahun. Sementara harimau dan gajah masing-masing menewaskan 100 orang per tahun, dan badak 500 orang per tahun.
Kematian disebabkan perang atau pembunuhan oleh sesama manusia sekitar 475.000 orang per tahun. Adapun nyamuk, menurut data, membunuh lebih dari 725.000 orang tiap tahun. Bahkan, data yang diajukan Pusat Pengendalian Penyakit (CDC) Amerika Serikat menyebutkan, nyamuk telah menyebabkan kematian lebih dari satu juta orang setiap tahun.
Vektor mematikan
"Nyamuk amat berbahaya karena menjadi vektor berbagai jenis penyakit. Dia bisa menyebarkan virus, parasit protozoa, hingga cacing," kata Syafruddin, ahli nyamuk dan malaria dari Lembaga Biologi Molekuler Eijkman, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi.
nyamuk.jpg
Karakteristik utama pembeda antara nyamuk Anopheles, Aedes, dan Culex (WHO)
Dari sekitar 3.500 spesies nyamuk yang ada di muka Bumi, tiga di antaranya merupakan jenis paling mematikan, yaitu Aedes, Anopheles, dan Culex.
Infeksi virus zika, yang mengundang kepanikan pada awal tahun ini, hanya satu jenis penyakit yang bisa ditularkan melalui gigitan nyamuk jenis Aedes aegypti. Meski serangan virus tak mematikan, diduga kuat penyakit itu memicu lonjakan kasus kelahiran bayi dengan mikrosefalus atau gangguan perkembangan otak di Brasil.
Sebelumnya, nyamuk Aedes lebih dulu dikenal sebagai penular virus demam berdarah dengue (DBD), salah satu penyakit paling mematikan yang disebarkan nyamuk. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat, sedikitnya 20 juta orang di lebih dari 100 negara di dunia terinfeksi DBD tiap tahun. Di Indonesia, angka kematian akibat penyakit itu per tahun sekitar 907 jiwa (tahun 2014) hingga 1.599 jiwa (tahun 2007). Selain DBD dan zika, Aedes menularkan chikungunya dan demam kuning.
Sementara nyamuk Anopheles adalah penyebar plasmodium malaria, penyebab penyakit paling mematikan dalam sejarah manusia. Menurut data WHO, sekitar 4,2 miliar orang-hampir separuh populasi dunia-rentan terserang malaria. Pada 2015, ditemukan 214 juta orang terinfeksi malaria dan 438.000 di antaranya meninggal.
"Bandingkan dengan ebola yang memicu kematian 4.000 orang di Afrika tahun lalu. Angka kematian karena malaria jauh lebih tinggi," kata Syafruddin. Di Indonesia, kematian karena malaria dilaporkan 30 orang per tahun, dari 400.000 pasien malaria. Angka itu kemungkinan lebih kecil daripada kenyataannya.
Adapun nyamuk Culex dikenal menularkan demam West Nile, Japanese encephalitis, dan Lymphatic filariasis. Hingga kini, sebaran West Nile dan Japanese encephalitis di Indonesia belum diketahui pasti, sebagaimana sebaran virus zika meski sejumlah riset menunjukkan virus itu masuk dan menyebar di Indonesia. "Banyak kematian akibat demam tak terdiagnosis dengan baik. Kemungkinan itu karena infeksi yang ditularkan nyamuk, terutama oleh virus Japanese encephalitis," kata Herawati Sudoyo, Deputi Direktur Eijkman.
Mutasi dan adaptasi
Superioritas nyamuk terhadap spesies lain di muka Bumi terbukti dengan kemampuannya bertahan dari perubahan alam. Nyamuk telah menghuni Bumi, jauh sebelum kemunculan manusia modern (Homo sapiens). Bahkan, mereka telah ada pada era dinosaurus. Saat dinosaurus punah, nyamuk tetap ada dan terus berkembang.
Salah satu kunci daya tahan nyamuk ialah kemampuannya bermutasi untuk beradaptasi terhadap perubahan lingkungan, ketersediaan pakan, bahkan terhadap aneka obat serangga. Contoh nyata adaptasi nyamuk yang luar biasa itu bisa dilihat dalam sejarah evolusi Aedes aegypti. Nenek moyang spesies nyamuk itu asalnya di hutan Sahara, Afrika, dan hanya menggigit hewan liar, seperti masih dilakukan subspesies Aedes aegypti formosus. Namun, mayoritas Aedes kini bermukim di kota dan memilih darah manusia.

Kompas, Selasa, 23 Februari 2016

Wednesday, 17 February 2016

Kegalauan Makhluk di Bawah Matahari

Saat piringan Bulan beringsut menutupi Matahari, sinar surya yang gagah perlahan meredup. Langit biru memudar, berganti remang cahaya abu-abu hingga kegelapan penuh, bak malam pekat mahaluas. Turunnya temperatur udara mendadak di siang bolong itu menambah syahdu suasana, saat gerhana matahari total tiba.

Wednesday, 30 December 2015

Anak Binatang Pembunuh Anggota Keluarga, Bahkan Sebelum Dilahirkan

Demi mempertahankan hidup, beberapa binatang, meskipun masih dalam usia dini sudah melakukan pembunuhan terhadap keluarganya, seperti induk atau saudaranya. Berikut ini adalah contoh para pelaku kriminal cilik beserta korbannya.
Beberapa jenis laba-laba, seperti Diaea ergandros, Amaurobius ferox, dan Stegodyphus lineatus melakukan praktek matrifagia atau memakan induknya (Kim dan Horel, 1998; Engelhaupt, 2014; Lubin, 2015; Salomon et al, 2015). Pada awalnya, sang induk memberikan anak-anaknya telur yang tidak dibuahi sebagai makanan. Hingga suatu saat, sang induk ini pun menjadi mangsa anak-anaknya. Ibu yang sayang anak atau anak yang tidak berbakti? Tapi inilah cara mereka mempertahankan keturunannya, terutama saat kondisi yang tidak bersahabat.

Tuesday, 27 October 2015

Hewan Pemakai Alat

i sekitar mereka, baik untuk makan atau pun perlindungan diri. Berikut beberapa contoh binatang-binatang tersebut:

Berang-berang laut (Enhydra lutris) menggunakan batu yang diletakkan di atas perutnya atau benda keras lainnya untuk memecah cangkang kerang.

Monday, 31 August 2015

Anak-anak Penantang Maut


Beberapa hewan dibesarkan di lingkungan yang sangat ekstrim, bahkan mengancam nyawa. Bebek Harlequin (Histrionicus histrionicus) bersarang di dekat sungai berarus deras. Satu atau dua hari setelah menetas, anak bebek akan dibimbing induknya masuk ke sungai.
Bebek Harlequin (Sumber: Wikipedia)

Monday, 6 April 2015

Binatang Mirip "Sesuatu"

Blobfish, Psychrolutes marcidus


Naegleria 2.jpg
Naegleria fowleri, bakteri pemakan otak (National Geographic/DT John dan TB Cole)


'Ular' buta yang tergolong amfibi, Atretochoana eiselti (Sumber: Daily Mail)

Geoduck (baca: guidak), Panopea generosa (Sumber: Fisheries and Oceans Canada)

Gaebul (개불), Urechis unicinctus

Chaetopterus pugaporcinus, disebut juga Cacing Pantat Babi atau Pantat Terbang (Sumber: ScienceBlogs)

Serangga batang, Phobaeticus chani (Sumber: National Geographic)

Tetracis cachaxiata (Sumber: Bug Guide)
(How can I contact Mr Larry Clarfeld of NBNC?)

Ulat kupu-kupu Euthelia aconthea (Sumber: Wohin Auswandern)

Tropidoderus childrenii (Sumber: David Midgley)

Microcentrum rhombifolium (Sumber: Wikipedia)

Phyllium bioculatum (Sumber: Wikipedia)

Aegimia elongata (Sumber: STRI)

spider.jpg
Laba-laba Poltys sp. Dari Yunnan. (Sumber: Kuntner M, Gregoric M, Cheng RC, Li D (2016) Leaf masquerade in an orb web spider. J. Arachnol. 44: 397-400

Naga Laut Berdaun, Phycodurus eques (Sumber: Wikipedia)

Mantis Daun Mati, Deroplatys desiccata (Sumber: Wikipedia)

Kupu-kupu Daun Mati, Kallima inachus (Sumber: Wikipedia)

Ngengat Daun Mati, Achemon sphinx (Sumber: MSUE)

Ceratobatrachus guentheri (Sumber: National Geographic)

Bufo typhonius (Sumber: New York Daily News)

Tokek Ekor Daun, Uroplatus phantasticus (Sumber: Daily Mail)

Ikan Daun Amazon, Monocirrhus polyacanthus (Sumber: Wikipedia)

Ngengat Phalara bucephala (Sumber: 35Photo)

Kepiting Strawberry, Neoliomera pubescens (Sumber: Treehugger)

Cacing Pohon Natal, Spirobranchus giganteus (Sumber: Wikipedia)


Kuda Laut Pigmi, Hippocampus bargibanti



Kuda Laut Pigmi, Hippocampus denise (Sumber: Wikipedia)


Ikan Batu Karang, Synanceia verrucosa (Sumber: Australian Museum)

Sebangsa kepiting, Aulacolambrus hoplonotus (Sumber: guamreeflife.com)



Ikan Buaya, Cymbacephalus beauforti (Sumber: The Telegraph)



Ikan Katak, Antennarius sp (kiri) dan Antennarius striatus(kanan) (Sumber: Wikipedia)
Selain dari wujudnya yang dapat menyamarkan dengan bebatuan atau karang, ikan katak (frogfish) juga memiliki umpan yang menyerupai artropoda atau cacing untuk menarik mangsanya.

Beberapa spesies gurita, seperti Octopus vulgaris(atas) dan Octopus cyanea (bawah), dapat meniru warna, tekstur, dan bentuk untuk menyembunyikan dirinya.


sargassum.jpg

Ikan Sargassum (Histrio histrio)

Beberapa serangga memiliki bentuk menyerupai semut, di antaranya laba-laba Myrmarachne plataleoides dan jangkrik Macroxiphus sp (Sumber: Wikipedia)

Lalat Eristalis flavipes (atas) meniru rupa bumblebee (bawah) (Sumber: Bug Guide; The Guardian)

Beberapa spesies lalat memiliki bentuk menyerupai lebah, contohnya Sericomyia chrysotoxoides (Credit to Denis Doucet - Bug Guide)

Beberapa serangga memiliki bentuk seperti tawon, di antaranya lalat Physocephala rufipes (Sumber: Wikipedia) dan ngengat Pennisetia marginata (Credit to Tom Murray - Bug Guide)

Kupu Limenitis archippus yang tidak beracun meniru bentuk Kupu-kupu Raja (Danaus plexippus) yang beracun (Sumber: Wikipedia)

Scarlet Kingsnake, Lampropeltis elapsoides, yang tidak beracun menggunakan warna yang mirip dengan ular koral, Micrurus fulvius. Keduanya memiliki habitat yang sama, di tenggara Amerika Serikat. Pemangsa umumnya menghindari pola warna ini untuk menghindari ular koral. (Sumber: Live Science)

Ulat ngengat Hemeroplanes triptolemus (Sumber: Daily Mail)

Kelinci laut Jorunna parva (Credit to: Saan Rina)
Artikel terkait: Lee JJ (23 Juli 2015) Meet the Adorable "Sea Bunny" Taking Over the Internet. National Geographic. Diakses: 27 Juli 2015

Gambar paling atas adalah kotoran burung, sedangkan gambar di bawahnya adalah contoh serangga yang memiliki bentuk seperti itu, berturut-turut laba-laba Celaenia excavata, larva kumbang Octotoma scabripennis, ulat ngengat Eudryas unio, ulat kupu-kupu Papilio lowi, ngengat dewasa Tarache aprica dan katak Theloderma asperum (Sumber: DP Review; Le Monde et Nous; Brisbane Insects and Spiders - credit to Mr Peter Chew; WAZA)

Riwayat revisi
Revisi 10 Apr 2015: Penambahan Christmas Tree Worms dan Tetracis cachexiata
Revisi 11 Apr 2015: Penambahan Leafy Seadragon dan Rear-spined Elbow Crab
Revisi 13 Apr 2015: Penambahan Amazon Leaffish
Revisi 25 Apr 2015: Penambahan Penis-fish (Urechis unicinctus)
Revisi 27 Juli 2015: Penambahan See Bunny (Jorunna parva)
Revisi 22 Feb 2016: Penambahan Sargassum Fish (Histrio histrio)
Revisi 17 Nov 2016: Penambahan laba-laba Poltys sp.