Showing posts with label Flora. Show all posts
Showing posts with label Flora. Show all posts

Friday, 29 May 2020

Serangan Kutu Putih (Mealybug) pada Kantong Semar

Kutu putih atau mealybugs (Hemiptera, Sternorrhyncha, Coccoidea, Pseudococcidae, dan Putoidae) adalah serangga pengisap cairan tanaman, bertubuh kecil dan lunak, yang tertutup lilin lengket seperti tepung putih. Adanya serbuk lilin ini yang mengilhami penamaan mealybug atau serangga bertepung.

Pada kantong semar, kutu putih paling doyan menyerang bagian ujung tunas dan calon kantong. Imbasnya, daun dan kantong baru memiliki bentuk yang tidak normal, berlekuk-lekuk. Secara umum, tanaman akan mengalami gangguan pertumbuhan.Kutu putih tidak memilih-milih bagian tanaman untuk diserang. Infestasi berat teramati seperti gumpalan kapas pada area batang, bawah daun, ketiak daun, bahkan hingga di dalam kantong.

Kutu putih di bawah daun kantong semar

Monday, 25 May 2020

Hipoksia/Anoksia pada Kantong Semar

Hipoksia/anoksia adalah kondisi akar yang kekurangan dan, bahkan, tidak mendapat oksigen. Beragam bentuk gejala gangguan pertumbuhan dan perkembangan dapat ditemui pada kantong semar yang menggunakan media dengan aerasi dan drainase buruk.

Saturday, 23 May 2020

Klorosis pada Daun Kantong Semar

Klorosis adalah pemudaran atau hilangnya warna hijau pada daun normal. Perubahan warna ini terjadi akibat masalah pembentukan dan perusakan zat hijau daun atau klorofil. Sintesis klorofil dapat terganggu akibat kekurangan unsur tertentu. Tanaman kesulitan mendapatkan nutrisi yang diperlukan karena media kurang subur, keasaman tidak sesuai, terlalu padat, atau terlalu basah. Dua kondisi media terakhir menyebabkan akar kurang berkembang, atau bahkan mengalami kerusakan.Klorosis juga bisa terjadi karena paparan cekaman lingkungan (kelembapan. cahaya, panas, genangan, garam, polusi) dalam jangka waktu lama, infeksi jamur, bakteri, dan virus, serta serangan kutu akar dan nematoda puru-akar (Duca, 2015, p. 184; Mathew dan Mani, 2016). 

Klorosis akibat media yang selalu basah karena perendaman.

Thursday, 30 January 2020

Serangan Kutu Akar pada Kantong Semar

Kutu akar (root mealybugs) adalah spesies kutu putih (mealybugs) yang hidup di bawah permukaan tanah dan mencari makan melalui akar tanaman. Kelompok spesies ini disebut juga soil mealybugs dan subterranean mealybugs. Genus yang tergolong kutu akar antara lain Geococcus, Rhizoecus, Xenococcus, Chorizococcus, Spilococcus, Spinococcus, dan Chnaurococcus
Serangan kutu akar seringkali tidak terdeteksi karena lokasi di dalam media dan populasi berkembang lambat. Infestasi dapat teramati berupa massa putih seperti kapas pada akar. Massa putih ini berisi kutu betina dewasa dan telur. Kutu berbentuk oval seperti butiran beras putih bertepung, dengan panjang antara 1,5-5 mm. 

Tuesday, 19 November 2019

Catatan Kecil Istilah Taksonomi Tanaman Karnivora

Spesies

Penamaan spesies mengikuti aturan yang ditetapkan Carl Linnaeus (1707-1778), yang disebut sebagai tata nama binomial. Nama terdiri dari dua kata, yang pertama menunjukkan nama marga (genus) dan yang kedua adalah nama jenis (spesies). Misalnya, venus flytrap diberi nama Dionaea muscipula. Kata pertama, Dionaea adalah genusnya dan muscipula adalah jenisnya. Kebetulan hanya ada satu jenis dalam marga Dionaea. Marga seperti ini disebut genus monotipik.
Nama marga selalu diawali dengan huruf kapital, sedangkan nama jenis diawali dengan huruf kecil. Nama marga dapat disingkat hanya dengan huruf terdepan, dalam huruf kapital dan diakhiri titik. Nama jenis harus ditulis lengkap. Penulisan nama marga dan jenis menggunakan huruf miring atau digaris-bawah.
Harusnya di belakang nama jenis, tertulis juga nama orang yang memberikan deskripsi. Misalnya, Dionaea muscipula L. yang merupakan singkatan nama Linnaeus. Namun, aturan ini tidak terlalu penting, kecuali untuk keperluan penulisan buku dan artikel resmi saintifik.

Thursday, 5 September 2019

Nekrosis Tepi Daun Kantong Semar

Marginal leaf necrosis atau kematian jaringan daun, dimulai dari area pinggir dan ujung bisa disebabkan kondisi media kurang porous, sistem akar kurang berkembang, dan kelembapan udara terlalu rendah. Penyebab utama adalah ketidakseimbangan antara pasokan air dan kehilangan air. Pelepasan air dari tanaman terjadi lebih cepat dibandingkan suplai air dari akar.
Tanaman kehilangan air terutama melalui transpirasi. Penguapan air melalui permukaan tubuh tanaman, terutama daun, menimbulkan daya isap daun. Ditambah dengan daya dorong akar, air naik membawa nutrisi sampai ke ujung tunas. 
Transpirasi juga berguna sebagai termoregulator, yaitu untuk menjaga suhu tubuh tanaman. Kurang lebih sama seperti keringat. Suhu tanaman yang mengalami transpirasi 6-7 derajat Celsius lebih rendah dibandingkan daun layu. Pemanasan berlebih (overheating) dapat menyebabkan kerusakan kloroplas sehingga mengganggu fotosintesis.

Epinasti Pada Kantong Semar

Daun N. hirsuta ini mengalami epinasti, yakni tepi daun yang menggulung ke bawah, paralel dan mengarah ke tulang daun utama. Kondisi ini umum terjadi pada kantong semar akibat media kurang berpori, tergenang, atau terlalu basah.
Kondisi media seperti itu menyebabkan akar kekurangan oksigen, sehingga menghasilkan etilena. Hormon tanaman ini menyebabkan peningkatan pertumbuhan sisi permukaan atas (adaxial), lebih cepat dibandingkan sisi permukaan bawah (abaxial) daun. Hasilnya, daun melengkung.
Jika ditemukan tanda seperti ini, ada baiknya mengatur kembali sistem irigasi, misalnya mengurangi jumlah air dalam nampan rendaman atau menurunkan frekuensi dan volume penyiraman. Media yang terlalu menyerap dan banyak menyimpan air atau bahkan memadat dapat diganti media baru yang lebih "kering" dan berpori.

Saturday, 20 July 2019

Busuk Akar Kantong Semar

Matthew Jordan menunjukkan tanamannya dalam kondisi layu. Media berupa moss tidak kering, justru kondisinya selalu basah. “Kalau disungkup, daunnya jadi kelihatan lebih segar. Tapi, dibuka sebentar sungkupnya langsung lemas,” katanya.
Hadi Susilo mengatakan, kondisi buruk seperti ini bisa terjadi karena flooding stress. Air yang tergenang dan tidak bergerak memiliki kandungan oksigen rendah, karena difusi perpindahan oksigen melalui air 10.000 kali lebih lambat dibandingkan perpindahan di udara (Jackson dan Colmer, 2005). Meskipun tanaman menghasilkan oksigen melalui fotosintesis, tidak adanya sistem transportasi oksigen yang efisien ke organ yang tidak berfotosintesis menyebabkan organ tersebut dapat mengalami masalah kekurangan oksigen jika anatominya membatasi oksigen masuk dari luar (Loreti et al, 2016). “Untuk tanaman yang sensitif, akar mati waktu terendam karena kekurangan oksigen,” jelasnya.

Monday, 8 July 2019

Busuk Rimpang dan Dormansi Pada Sarracenia

Kematian Sarracenia secara mendadak banyak dikeluhkan. Tanaman yang dalam kondisi segar dan subur, begitu masuk musim hujan tiba-tiba lemas. Saat media dibongkar, rimpang tampak menghitam. “Kejadian yang sama terus terulang di musim yang sama sampai semua sarra-ku punah,” keluh Abdul Ghofur.
Banyak penyebab busuk akar atau busuk rimpang pada Sarracenia. Ricardo Satya memberikan contoh, busuk akar dapat terjadi karena air jarang diganti dan media yang sudah menjadi lumpur. “Media harus sering diperiksa dan diganti,” katanya.

Thursday, 4 July 2019

Air Untuk Pemeliharaan Tanaman Karnivora

Air apa yang cocok untuk menyiram tanaman karnivora (tavor)? Pertanyaan ini seringkali diajukan petanam tavor pemula. Secara umum, tavor memerlukan air dengan kandungan garam mineral terlarut rendah. Banyaknya mineral terlarut dalam air biasa dinyatakan sebagai TDS (total dissolved solids) dalam satuan ppm (part per million). Sebenarnya, TDS tidak hanya terbatas pada mineral, tetapi juga bahan-bahan organik yang terlarut dalam air. Namun, TDS dinilai memudahkan dalam pengukuran dan memberikan batas aman kandungan mineral terlarut.

Sunday, 12 May 2019

Pedoman Perawatan Drosera untuk Pemula

Oleh MUHAMMAD HASAN
Drosera atau embun matahari (sundew) merupakan tanaman karnivora yang mampu menjebak serangga mangsanya menggunakan cairan kental di ujung tentakel yang banyak tersebar di daunnya. Dalam marga Drosera terdapat sekitar 250 spesies, dengan distribusi habitat sangat luas di semua benua, kecuali Antartika, dan beragam ketinggian (Fleischmann, 2018).
Karena keberagaman ini, seorang hobiis harus mempelajari dulu sifat jenis drosera yang ingin dipeliharanya, berdasarkan habitat, iklim, dan ketinggian tempat tumbuh asalnya.

Monday, 15 April 2019

Nepenthes bicalcarata

Nepenthes bicalcarata memiliki keunikan yang menyebabkan mudah untuk dikenali dari antara spesies kantong semar, yakni adanya dua gigi taring panjang di pangkal tutup kantong. 
Mengenai fungsi taring ini, awalnya Burbidge berpendapat untuk mencegah binatang, terutama monyet, mengambil minum dari kantong. Namun, pendapat ini disanggah Clarke yang melihat bahwa mamalia kecil masih bisa minum dengan merobek dasar kantong, daripada lewat bibir kantong dengan risiko tertusuk. Menurut Clarke, taring yang ujungnya mengeluarkan nektar ini berfungsi untuk menarik dan menjebak mangsa. Mangsa yang tertarik nektar akan kesulitan mencari pijakan kaki di badan taring sehingga mudah terjatuh. Ujung taring mengarah tepat di tengah lubang mulut kantong, sehingga mangsa bisa langsung tercebur kolam kematian, tanpa sempat menyentuh bibir kantong (Clarke, 1993).

Saturday, 27 October 2018

Pedoman Perawatan Nepenthes untuk Pemula

Pemilihan jenis 

Yang pertama kali perlu diperhatikan dalam memilih jenis adalah ketinggian lokasi tumbuh habitat asal. Parameter yang paling terkait adalah suhu dan fluktuasi siang-malamnya. Tanpa fasilitas khusus, di area dataran rendah Surabaya dan Sidoarjo yang panas, nepenthes dari dataran tinggi kemungkinan kecil bisa bertahan hidup. Pedoman yang sangat bagus bisa dilihat di Nepenthes: the Interactive Guide.  

Setelah ketinggian yang sesuai, berikutnya yang perlu diperhatikan adalah kondisi lingkungan habitat asal. Kondisi tumbuh dapat optimal jika dapat menyesuaikan kondisi habitat, misalnya dari segi kelembapan media dan udara. Namun, habitat asli tidak selalu merupakan kondisi ideal. “Itu hanya merupakan kondisi yang terbukti mereka bisa survive. Bukan berarti kondisi terbaik yang bisa diberikan ke nepenthes,” kata Wewin Tjiasmanto, pecinta nepenthes senior dari Surabaya.

Nepenthes globosa, salah satu jenis nepenthes dataran rendah

Saturday, 30 December 2017

Aru, Perahu Surga Keragaman Hayati

Oleh AHMAD ARIF
Sore itu, hutan hujan adat Desa Loran, Kecamatan Aru Tengah, Kabupaten Kepulauan Aru, Maluku, masih menampakkan wajah purbanya. Pepohonan tumbuh menjulang dan merapat. Kulit batangnya dilapisi lumut dan berbagai jenis epifit. Sebagian lagi dibelit tanaman rambat, yang menjulur tinggi mencari cahaya. Cendawan tumbuh subur di batang yang melapuk karena usia.

Saturday, 6 May 2017

Cocopeat (Coconut Coir) Perlu Dibilas?

Komponen media tanam yang berasal dari jaringan mesokarpium atau sabut buah kelapa (Cocos nucifera) ini termasuk salah satu yang populer dan banyak digunakan penghobi kantong semar. Umumnya, cocopeat dicampur dengan sekam bakar dengan rasio sama banyak. Secara luas, cocopeat mulai digunakan sebagai pengganti gambut, terutama terkait dengan isu lingkungan.
coconut-coir.jpg

Friday, 28 April 2017

Nepenthes ampullaria

Nepenthes, seperti tumbuhan karnivora lainnya, tumbuh di tempat terbuka dan kaya sinar matahari. Namun, N. ampullaria adalah pengecualian. Tumbuhan ini justru sering ditemukan di bawah kanopi hutan kerangas dan hutan gambut (Moran et al, 2003; Clarke dan Lee, 2004).

Wednesday, 17 February 2016

Kegalauan Makhluk di Bawah Matahari

Saat piringan Bulan beringsut menutupi Matahari, sinar surya yang gagah perlahan meredup. Langit biru memudar, berganti remang cahaya abu-abu hingga kegelapan penuh, bak malam pekat mahaluas. Turunnya temperatur udara mendadak di siang bolong itu menambah syahdu suasana, saat gerhana matahari total tiba.

Monday, 15 February 2016

Menengok "Rafflesia Arnoldii" di Bukit Barisan Selatan

Oleh ANGGER PUTRANTO
Indonesia memiliki tiga jenis bunga yang menjadi identitas nasional. Salah satu bunga adalah bunga raksasa Rafflesia arnoldii. Flora yang berstatus terancam punah itu tak mudah ditemukan di sembarang tempat. Pal 50 Taman Nasional Bukit Barisan Selatan merupakan salah satu lokasi tumbuhnya flora endemik Indonesia itu.

Monday, 10 November 2014

Bengkoang untuk Kesehatan Gigi dan Tulang

Bengkuang atau bengkoang (Pachyrhizus erosus) dikenal dari umbi (cormus) putihnya yang bisa dimakan sebagai komponen rujak dan asinan atau dijadikan masker untuk menyegarkan wajah dan memutihkan kulit. Tumbuhan yang berasal dari Amerika tropis ini termasuk dalam suku polong-polongan atau Fabaceae. Di tempat asalnya, tumbuhan ini dikenal sebagai xicama atau jícama. Orang Jawa menyebutnya sebagai besusu (/bəsusu/).