Sunday, 20 April 2014

Kombinasi Amoxicillin dan Acyclovir untuk Influenza?

Saya menjumpai resep seorang dokter spesialis anak untuk pengobatan flu. Di situ tertulis kombinasi antibakteri, amoxicillin, dan antiviral, acyclovir. Kombinasi ini tentu sangat mengejutkan karena tidak berdasar sama sekali.
Komponen aktif pertama, amoxicillin adalah antibakteri yang tidak perlu diberikan jika benar-benar tidak ada indikasi infeksi bakteri. Flu yang ditandai dengan ingus berlebih pada anak, terutama jika masih berwarna jernih, adalah infeksi virus, bukan bakteri. Jadi pemberian amoxicillin pada pasien flu tidak ada fungsinya sama sekali.
Komponen aktif kedua, acyclovir adalah antiviral yang bekerja sebagai inhibitor spesifik polimerase DNA virus, khususnya herpesvirus (Gnann et al, 1983). Jadi acyclovir efektif pada kelompok virus DNA. Sebelum lebih jauh, salah satu klasifikasi virus adalah berdasarkan komposisi kimia dan moda replikasinya. Genom virus dapat terdiri dari DNA atau RNA, baik untai tunggal (single stranded - ss) atau untai ganda (double stranded - ds).
Memorandum WHO (1980) mengelompokkan virus influenza sebagai virus RNA. Jadi jelas di sini bahwa virus influenza memiliki genom dan moda replikasi yang tidak sesuai dengan mekanisme kerja acyclovir.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kombinasi obat dalam resep dokter spesialis anak tersebut tidak rasional.
Referensi
Gnann JW Jr, Barton NH, Whitley RJ (1983) Acyclovir: mechanism of action, pharmacokinetics, safety and clinical application. Pharmacother. 3(5): 275-283
WHO Memorandum (1980) A revision of the system of nomenclature for influenza viruses: a WHO memorandum. Bull. World Health Organ. 58(4): 585-591 (full text)