Monday, 4 August 2014

Tumbuhan Pemberi Rasa Sakit

Tumbuhan seringkali dianggap hanya menjadi bahan makanan untuk organisme yang lebih tinggi. Namun bukan berarti dalam posisinya yang lemah ini, tumbuhan tidak memiliki sistem pertahanan diri.
Ada empat tipe pertahanan diri tumbuhan:
1.     Pertahanan mekanis, menggunakan bagian tanaman yang runcing dan tajam seperti duri. Beberapa jenis rumput bisa memiliki tepi yang tajam seperti silet, sedangkan beberapa jenis bambu menggunakan serabut yang dapat terpecah dan tertanam ke kulit. Beberapa contoh tumbuhan yang menggunakan mekanisme pertahanan ini antara lain: akasia, kaktus, rotan, mawar, beberapa tanaman beri, dan Euphorbia.
2.     Pertahanan kimia, merupakan sistem yang paling umum digunakan tumbuhan. Getah dan cairan tumbuhan dapat menyebabkan masalah dermatitis dan iritasi jaringan mukosa, termasuk mata dan saluran pernapasan. Beberapa contoh tumbuhan yang memiliki mekanisme ini antara lain: keladi, kuping gajah, krisan, lidah mertua, tomat (daun), dan Phylodendron.
3.     Pertahanan fototoksik, tidak banyak digunakan tetapi juga termasuk menyakitkan. Senjata kimia tumbuhan tipe ini awalnya tidak menyebabkan gangguan hingga terkena paparan sinar matahari. Contoh tumbuhan yang menggunakannya antara lain: wortel, seledri, adas, dan ara.
4.     Pertahanan mekanis-kimia, merupakan teknologi yang paling maju. Kombinasi ini menggunakan duri atau rambut sebagai jarum suntik bahan kimia beracun. Efeknya tentu jadi lebih jauh ke dalam kulit. Contoh tumbuhan dengan teknologi ini antara lain: mala mujer, bush nettle, nilgiri nettle, fever nettle, dan wood neetle.
Tumbuhan yang berbahaya ada di sekitar kita, bahkan bisa termasuk tanaman hias di taman kita. Berikut adalah beberapa tumbuhan yang sistem pertahanannya sangat menyakitkan manusia.

Hippomane mancinella (Manchinel)

Semua bagian pohon manchinel mengandung racun kuat, banyak di antaranya belum teridentifikasi. Getah putihnya mengandung banyak bahan yang dapat menyebabkan iritasi kulit dan dermatitis. Saking kuatnya efek iritasi ini, orang yang berlindung di bawah pohon manchinel di kala hujan bisa mengalami luka lepuh. Asap bakaran kayu manchinel dapat menyebabkan kebutaan.

Toxicodendron spp

Banyak anggota keluarga Toxicodendron bersifat sebagai iritan. Yang paling dikenal keganasannya adalah Toxicodendron vernix (Poison Sumac), T. radicans (Poison Ivy), dan T. diversilobum (Poison Oak). Di Indonesia, tumbuhan ini dikenal dengan nama jelatang. Saat terjadi paparan langsung maupun tidak langsung dengan tumbuhan ini, minyak yang disebut urushiol dapat menyebabkan reaksi alergi. Rasa gatal, ruam, dan blister baru muncul 12-72 jam setelah kontak. Asap hasil pembakaran dapat menyebabkan iritasi paru. Beberapa organisasi seperti CDC dan US-FDA memberikan panduan khusus untuk pengamanan dari paparan tumbuhan ini.
Blister yang terbentuk akibat kontak dengan jelatang (atas) dan belukar jelatang di Gunung Tambora (bawah - sumber: Kompas.com)

Hura crepitans (Sandbox Tree)

Pohon ini disebut juga Pohon Dinamit. Nama tersebut didapat dari ulahnya “meledakkan” buah yang matang dan kering untuk melontarkan biji hingga sejauh 100 m dalam waktu 100 milidetik. Pasti menyakitkan jika terkena biji yang berukuran diameter 16 mm dengan kecepatan 70 meter per detik. Suara ledakan juga pastinya bisa membuat jantungan.
Wujud pohon hura cukup mengerikan. Batangnya dipenuhi dengan duri lancip. Karena keberadaan duri ini maka muncullah julukan Monkey no-climb. Getah pohon ini digunakan sebagai racun panah.

Cylindrocactus bigelovii (Jumping Cholla)

Mendengar kata “kaktus” sudah terbayang rasa sakit jika tertusuk durinya. Kaktus yang ini lebih sadis lagi. Duri yang dimilikinya memiliki permukaan kasar dan bersisik tajam serupa kait sehingga saat duri dicabut dari kulit, duri itu akan memberikan rasa sakit luar biasa.

Cnidoscolus angustidens (Mala Mujer)

Nama lokal, Mala Mujer, berarti wanita jahat. Pada seluruh permukaan tumbuhan terdapat noktah rambut penyengat yang dapat menimbulkan rasa sakit yang kuat dan dermatitis kontak parah. Benar-benar “wanita” yang harus dihindari.
(Sumber: Peg Bowden)

Dendrocnide moroides (Bush Nettle)

Di Australia, semak yang diberi nama Gympie-Gympie ini merupakan musuh nomor satu yang wajib dihindari. Daun dan buahnya ditutupi oleh rambut halus. Saat menembus kulit manusia, rambut ini akan melepas neurotoksin yang menyebabkan rasa sakit yang segera terasa di awal kontak dan kemudian meningkat mencapai puncaknya setelah 20-30 menit. Tetapi permasalahan bukan hanya disebabkan kontak langsung. Berada dekat dengan tanaman ini dalam waktu lebih dari satu jam sudah cukup memberikan reaksi alergi pada kulit dan bersin-bersin. Bahkan dapat terjadi kondisi yang lebih parah seperti mimisan.

Urtica dioica (North American Nettle)

Urtica dioica dan beberapa saudaranya memiliki rambut penyengat dengan ujung seperti bohlam. Saat menyentuh kulit, ujung rambut ini akan pecah membentuk tabung berujung runcing dan berperan sebagai jarum untuk menyuntikkan histamin dan asetilkolin ke dalam kulit. Sebagai akibatnya, korban akan merasakan gatal dan panas pada bagian kulit itu hingga 12 jam.
Nettle, Common (Urtica dioica).JPG
(Nature Spot/Graham Calow)

Mucuna pruriens (Cowhage)

Di Indonesia disebut kara benguk atau kacang babi. Rambut halus yang menutup buah polong, bunga, dan daun dapat menyebabkan rasa sangat gatal. Sulit untuk tidak menggaruk rasa gatal ini hingga biasanya terjadi luka garukan.

Ruta graveolens (Rue)

Cedera seperti luka bakar dengan blister mulai muncul di area kulit yang terkena cairan tumbuhan ini setelah terpapar sinar matahari. Di negara dengan empat musim, kasus luka bakar lebih banyak terjadi pada musim panas.
Ruta_graveolens_3.jpg

Referensi

American Academy of Dermatology. Poison Ivy, Oak, and Sumac. http://www.aad.org/dermatology-a-to-z/diseases-and-treatments/m---p/poison-ivy Diakses: 3 Agustus 2014
Arias-Santiago SA, Fernández-Pugnaire MA, Almazán-Fernández FM, Serrano-Falcón C, Serrano-Ortega S (2009) Phytophotodermatitis due to Ruta graveolens prescribed for fibromyalgia. Rheumatology 48(11):1401. doi: 10.1093/rheumatology/kep234
CDC NIOSH. Workplace Safety and Health Topic: Poisonous Plants. http://www.cdc.gov/niosh/topics/plants Diakses: 3 Agustus 2014
Kruszelnicki KS (8 Februari 2001) Stinging Trees. ABC Science. http://www.abc.net.au/science/articles/2001/02/08/243639.htm Diakses: 3 Agustus 2014
Leland T (1 Juni 2009) Plants That Irritate the Skin: Beyong Poison Ivy. http://davesgarden.com/guides/articles/view/2414 Diakses: 3 Agustus 2014
Southeastern Arizona Wildflowers. Cnidoscolus angustidens – Mala Mujer. http://www.fireflyforest.com/flowers/797/cnidoscolus-angustidens-mala-mujer/ Diakses: 3 Agustus 2014
US FDA. Outsmarting Poison Ivy and Other Poisonous Plants. http://www.fda.gov/ForConsumers/ConsumerUpdates/ucm049342.htm Diakses: 3 Agustus 2014
Vogel S (Maret 2008) The Flight of the Seed of Hura crepitans. http://sura.ots.ac.cr/local/florula3/docs/Hura.pdf Diakses: 2 Agustus 2014
Wikipedia
Riwayat revisi
Revisi 20 April 2015: penambahan nama Indonesia untuk Toxicodendron spp: jelatang