Sunday, 19 October 2014

Rekonsiliasi: Cair di Kertanegara

Oleh EDNA C PATTISINA
Jam menunjukkan pukul satu siang. Di sebuah foodcourt di kawasan Jakarta Selatan, Prabowo Subianto yang baru saja menunaikan shalat Jumat datang bersama beberapa petinggi Partai Gerindra. Rupanya, kawan-kawan dekat Prabowo telah memesan sederetan meja kecil digabung-gabung untuk makan siang bersama.
Jumat (17/10) ini adalah hari ulang tahun Prabowo ke-63. Konon, Prabowo selalu enggan merayakan ulang tahunnya karena, menurut dia, akan merepotkan banyak orang.
Prabowo tampak ceria dan didaulat duduk di tengah. Ia ditodong dulu untuk berfoto bersama. Begitu duduk, para sahabat berdoa, bersyukur atas masa lalu dan masa depan. Prabowo lalu didaulat meniup lilin. Tapi, ia menolak mentah-mentah. "Nggak... nggak. Gak mau ada lilinnya," katanya.
Kue red velvet lalu disorongkan ke tengah meja untuk dipotong Prabowo diiring lagu "Selamat Ulang Tahun". Beberapa kado diterimanya, tanpa dibuka. Makan siang berlangsung seru dengan obrolan-obrolan santai. Dengan lahap, Prabowo menyantap gado-gado, soto mie, dan ditutup es cincau.
Usai makan, ia kembali ke rumah keluarganya di Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru. Kemarin, jadwal Prabowo memang padat. Tepat di hari ulang tahunnya itu, ia menerima tamu istimewa, yaitu presiden terpilih Joko Widodo.
1337564jokowiprabowo111413525598-preview780x390.jpg
Presiden Republik Indonesia terpilih Joko Widodo mengunjungi Ketua Umum Partai Gerindra yang juga mantan pesaingnya dalam Pilpres lalu, Prabowo Subianto, di Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Jumat (17/10/2014). (Tribunnews/Dany Permana)
Pertemuan Prabowo dengan Jokowi kemarin adalah pertemuan paling emosional bagi rakyat Indonesia. Tepat pukul 10.00, Jokowi datang. Mendengar suara pengawalan, Prabowo segera keluar menyambut. Usai bersalaman dan beradu pipi kiri dan kanan, Prabowo memberi hormat layaknya prajurit memberi hormat pemimpinnya. Jokowi membalas hormat dengan membungkukkan badan.
Mereka lalu masuk dan bercakap-cakap di ruang tamu yang dindingnya diisi lukisan kedua orangtua Prabowo. Di ruang tamu ini, Prabowo mengucapkan selamat kepada Jokowi yang terpilih menjadi presiden ke-7 RI. Beberapa menit kemudian, pembicaraan dilakukann empat mata. Pembicaraan yang terjadi tak hanya seputar politik, tetapi juga soal kebangsaan seperti bagaimana menjadikan Indonesia kuat dan mandiri dengan dasar Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika.
Cairnya hubungan keduanya terlihat dalam konferensi pers. Meskipun hanya beberapa menit, ketegangan berbulan-bulan belakangan ini mencair. Prabowo mengajak Jokowi berkunjung ke rumahnya di Hambalang. Jokowi menyanggupi. Januari ia akan ke Hambalang dengan helikopter Prabowo. Namun, ia menolak ajakan menyanyi, "Kalau disuruh nyanyi... wah, saya tidak bisa memenuhi. Soalnya saya tidak bisa nyanyi," kata Jokowi disambut Prabowo yang tertawa terbahak-bahak.
Jokowi juga menyampaikan ucapan selamat ulang tahun. "Tapi Pak Prabowo tidak mau kasih tau berapa umurnya," kata Jokowi yang melirik Prabowo yang terbahak di sampingnya.
Di balik layar
Di balik cairnya kebekuan hubungan Prabowo dan Jokowi lantaran pemilu adalah Aria Bima dan Edhi Prabowo. Keduanya adalah mantan mitra kerja di Komisi VI DPR periode 2009-2014. Aria dari Fraksi PDI-P, sedangkan Edhy dari Fraksi Gerindra.
Aria menuturkan, ia berkomunikasi dengan Edhy sejak Selasa lalu di lapangan bulu tangkis Kompleks Parlemen, Senayan. Aria mengutarakan rencana Jokowi bertemu Prabowo. Ia menanyakan kepada Edhy, apakah informasi tersebut sudah sampai ke Prabowo atau belum. Edhy menjawab, rencana Jokowi yang dirancang sejak 2-3 minggu itu belum sampai.
"Dari situ saya aktif menelepon dan berkomunikasi langsung dengan Edhy. Pesan pun langsung disampaikan dan saya bertemu Pak Prabowo di Apartemen Dharmawangsa, Kamis, usai Rapat Paripurna DPR," kata Aria di ruang kerjanya di DPR.
Edhy membenarkan apa yang disampaikan Aria. "Pak Prabowo menyampaikan, untuk mengurus negara sebesar ini tidak bisa sendiri-sendiri," kata Edhy.
Setelah bertemu Prabowo, Aria mendapatkan sinyal positif dan langsung disampaikan ke Jokowi. Jokowi langsung mengiyakan dan mengatur jadwal bertemu Prabowo. Waktu pertemuan disepakati Jumat pagi. Jalan Kertanegara ditentukan kemudian, juga komitmen saling memberi dukungan.

Kompas, Sabtu, 18 Oktober 2014