Friday, 3 March 2017

Perempuan (Arab Saudi) Pun Berkarier Cerah

Oleh MUSTAFA ABD RAHMAN
Ada kabar baik dari Arab Saudi terkait perkembangan kaum perempuan di negara tersebut. Kaum perempuan di Arab Saudi dalam beberapa waktu belakangan mulai mampu mendobrak dinding tebal budaya yang selama ini mengekang mereka.
Para srikandi Arab Saudi kini mulai menduduki posisi penting di sejumlah sektor kehidupan, antara lain bisnis dan politik. Kesuksesan mereka meniti karier tampak mengesampingkan polemik terkait soal perempuan di negara itu yang masih dilarang menyetir mobil.
Cerita perempuan Arab Saudi yang masih dilarang menyetir mobil hanyalah bagian dari segelintir cerita tak menggembirakan mengenai nasib mereka. Sesungguhnya, ada lebih banyak cerita menggembirakan terkait perempuan di Arab Saudi.
Bahkan, sekarang, cerita gemerlap mengenai perempuan Arab Saudi sudah tak bisa hanya menyangkut perempuan dari lingkungan dinasti Raja Abdulaziz al-Saud, seperti Putri Ameerah serta Putri Deena Aljuhani.
Putri Ameerah merupakan mantan istri konglomerat Pangeran Waleed bin Talal bin Abdulaziz. Adapun Putri Deena Aljuhani adalah istri Pangeran Sultan bin Fahd bin Nasser bin Abdulaziz.
Putri Ameerah memang cukup populer. Namanya cukup sering disebut oleh media Barat karena posisinya sebagai istri Pangeran Waleed bin Talal yang sangat terkenal.
ameerah dan deena.jpg
Putri Ameerah Al-Taweel dan Putri Deena Aljhani
Cerita menggembirakan mengenai perempuan Arab Saudi kini juga meliputi nama Sarah al-Suhaimi. Ia menjabat sebagai Direktur Utama NCB (National Commercial Bank) sejak tahun 2014 serta menjadi CEO Tadawul, perusahaan yang bergerak di pasar uang. Sarah al-Suhaimi menjadi perempuan Arab Saudi pertama yang memimpin perusahaan keuangan.
sarah al-suhaimi.jpg
Sarah al-Suhaimi
Sarah al-Suhaimi meraih gelar S-1 di bidang akuntansi dari Universitas al-Sau. Ia juga menyelesaikan pendidikan non-gelar di bidang manajemen di Universitas Harvard, Amerika Serikat, tahun 2015.
Ada lagi nama Lamia al-ajaji yang menjabat Direktur Intilaq Alia. Perusahaan tersebut bergerak di bidang penyelenggaraan acara atau event organizer (EO). Lamia al-ajaji berada di balik acara-acara besar di Riyadh, Jeddah, serta Dhahran.
Ada pula nama Latifa Sabhan. Ia merupakan Direktur Keuangan Bank Nasional Arab.
Masih ada lagi nama Rania Mahmoud Nashar. Ia sekarang sibuk sebagai Direktur Eksekutif Bank Samba Arab Saudi. Rania tercatat sebagai perempuan Arab Saudi pertama yang memimpin bank.
rania mahmoud nashar.jpg
Rania Mahmoud Nashar
Rania berkarier di dunia perbankan selama 20 tahun hingga menempati jabatan direktur eksekutif. Gelar S-1 diraihnya dari Universitas al-Saud di bidang teknologi informasi. Lantas, ia mengantongi S-2 di bidang bisnis administrasi dari Universitas George Washington, AS.
Ada juga nama Nahed Taher, yang menjadi Direktur Umum Bank Investasi. Ia meraih S-2 dan S-3 ekonomi internasional di Universitas King Abdulaziz, Jeddah.
nahed-taher.jpg
Dr Nahed Taher
Majelis Syura
Peran perempuan juga kian terasa di bidang politik. Kini, ada 30 perempuan yang menjadi anggota Majelis Syura Arab Saudi. Mereka ditunjuk dan dilantik oleh almarhum Raja Abdullah bin Abdulaziz, 2013.
Tampilnya kaum perempuan Arab Saudi di berbagai posisi puncak di sektor ekonomi adalah bagian dari gerakan reformasi sosial dan ekonomi yang tengah berlangsung di Arab Saudi. Hal itu terjadi akibat ketidakpastian pasar minyak yang memaksa Arab Saudi untuk mulai lebih banyak mempekerjakan perempuan.
Arab Saudi memiliki program untuk mempromosikan 28 persen perempuan memasuki dunia kerja hingga tahun 2020. Pada 2016, hanya 23 persen perempuan masuk ke dunia kerja.
Lembaga riset Jadwa Investment mengungkapkan, pengangguran di kalangan perempuan di Arab Saudi pada 2016 mencapai 34,4 persen. Adapun pengangguran di kalangan laki-laki hanya 5,7.
Kompas, Sabtu, 4 Maret 2017