Saturday, 25 February 2017

Zat Maut VX

Oleh BENNY DWI KOESTANTO
Kode nama VX atau venomous agent X adalah senyawa organofosfat yang termasuk dalam salah satu zat kimia paling mematikan. Kode nama VX diberikan oleh para ilmuwan Amerika Serikat. Negara itu memproduksi VX secara massal dan menyimpan stok besar selama perang dingin.
VX-S-enantiomer-2D-skeletal.png
Zat itu tergolong zat pemusnah massal yang dilarang Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Zat beracun berwarna kuning gelap dan tak berbau itu kekuatannya diperkirakan 10 kali lebih kuat daripada racun sarin. Pernampakannya mirip dengan oli kendaraan bermotor. Zat itu juga relatif mudah dan stabil saat dibawa atau diangkut. Cukup susah untuk mendeteksi zat itu sehingga ini memudahkan penggunanya untuk membunuh.
“Zat VX bisa membunuh orang dewasa dengan berat badan 70 kilogram hanya dengan mengoleskannya sebagai 5 miligram ke kulit,” kata mantan Pemimpin Sekolah Kimia Pasukan Pertahanan Darat Jepang, Yosuke Yamasato.
“Sangat luar biasa para eksekutor kejahatan itu menggunakan zat tersebut dengan tangan kosong. Mereka pasti tidak tahu bahwa yang mereka gunakan adalah VX,” kata Yosuke tentang dugaan penggunaan zat maut itu pada pembunuhan Kim Jong Nam.
Zat VX mengerang sistem saraf dengan cepat. Dosis yang tinggi dapat membunuh seseorang yang hanya beberapa menit saat dihirup. Ini terjadi karena pembuluh darah di paru-paru secara cepat menyebarkan senyawa itu melalui aliran darah dan organ-organ vital manusia.
Zaat VX mengakibatkan kelenjar-kelenjar dan otot-otot terstimulasi secara berlebihan dan memicu kondisi lemah secara cepat sekaligus membuat seseorang yang terkena zat itu tidak mampu bernapas secara normal atau tersengal-sengal.
Gejala-gejala itu bergantung pada dosis sekaligus apakah zat tersebut terhirup atau terkena kulit. Respons pada tubuh atas zat itu lebih cepat terjadi jika terhirup. Orang yang terpapar zat tersebut dalam dosis rendah dimungkinkan selamat.
Sebaliknya, seseorang yang terkontaminasi secara serius akan bereaksi secara cepat dan kerap kali mengerikan. Pernapasan seseorang yang terkena zat itu bisa terhenti disertai muntah-muntah dalam beberapa menit setelah terpapar. Jika dosis paparannya tinggi, bisa gagal jantung dan sistem respiratorinya berhenti total.
vx.jpg
Senyawa tersebut awalnya diciptakan di sebuah laboratorium di Inggris awal 1950-an. Namun, para ilmuwan AS kemudian memperbanyaknya pada masa Perang Dingin. Puluhan ribu ton zat VX pernah ditemukan di Newport Chemical Depot di Indiana. Seiring dengan berakhirnya Perang Dingin, stok zat itu kemudian dihancurkan pada akhir 1980. Zat tersebut diduga juta digunakan Irak terhadap suku Kurdi. (AFP)
Kompas, Sabtu, 25 Februari 2017
Penggunaan VX

  1. VX pertama kali disintesis pada 1952 oleh Dr Ranajit Ghosh, ahli kimia yang bekerja untuk Imperial Chemical Industries di Inggris. Mulai dipasarkan pada 1954 sebagai insektisida dengan merek “Amiton”. Namun, kemudian ditarik karena toksisitasnya pada manusia. Penelitian di Inggris dihentikan pada 1956.
  2. AS mulai memproduksi VX dalam skala besar-besaran pada 1961. Produksi di Amerika Serikat mulai dilarang pada 1969 dan di seluruh dunia pada 1993.
  3. Tahun 1994 dan 1995, kultus Jepang Aum Shinrikyo menggunakan VX buatan sendiri untuk meracuni tiga orang, salah satu di antaranya meninggal.
  4. Tahun 1960, pengujian VX telah menyebabkan kematian ribuan domba di Utah.
  5. Tahun 1988, Irak di bawah pemerintahan Saddam Hussein diduga telah menggunakan VX untuk menyerang suku Kurdi di Halabja dalam perang Iran-Irak.
  6. Pada 13 Februari 2017, Kim Jong Nam, kakak tiri Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, terbunuh di Bandar Udara Internasional Kuala Lumpur, Malaysia. Kepolisian Malaysia menyatakan, zat beracun VX digunakan untuk membunuh Kim Jong Nam.