Saturday, 11 August 2018

Rashida Tlaib, Perempuan Muslim Pertama di Kongres AS

Untuk pertama kalinya dalam sejarah Amerika Serikat, seorang perempuan Muslim keturunan Palestina merebut kursi di Kongres AS. Rashida Tlaib (42) berhasil mengalahkan lima kandidat dari Partai Demokrat dan merebut kursi yang mewakili Michigan.
Rashida Tlaib, politisi Demokrat keturunan Palestina, berpose di luar gedung Michigan Capitol di Lansing, Michigan, Amerika Serikat, dalam foto bertanggal 6 November 2008. (AF Photo/AL Goldis)
Kemenangan Rashida Tlabi disambut gembira aktivis yang menentang Presiden AS Donald Trump karena Rashida Tlaib sudah bertekad akan menentang kebijakan Trump yang dinilai rasis dan menindas. Pada masa kampanye pemilihan presiden tahun 2016, saat Trump berpidato di Detroit, Rashida Tlaib digiring keluar arena karena dianggap telah mengganggu pidato Trump.
"Saya akan melawan dan melucuti setiap struktur yang menindas dan rasis karena Anda berhak memiliki yang lebih baik dibandingkan hari ini," kata Rashida Tlaib yang menyebut Trump sebagai sosok perundung.
Rashida Tlaib, anak tertua dari 14 bersaudara, memiliki orang tua imigran Palestina. Ayahnya melewatkan masa keci dan remajanya di Jerusalem, tetapi pada usia 19 beremigrasi ke AS untuk bergabung dengan orang tuanya. Pada usia 27 tahun, sang ayah dijodohkan dengan Ibu Rashida Tlaib, Fatima.
Rashida Tlaib mengenang adaptasinya ketika pindah ke AS. "Saya tidak bisa berbicara bahasa Inggris ketika mulai sekolah. Ayah saya bekerja malam hari di Ford Motor," ujarnya.
Ia menjadi anggota DPRD Michigan dari 2009 sampai 2019. Sejak meninggalkan badan legislatif, Rashida Tlaib bekerja sebagai pengacara di badan hukum Sugar untuk Keadilan Ekonomi dan Sosial. Visi dan pandangannya selama ini sejalan dengan Bernie Sanders, kandidat presiden dari Partai Demokrat yang dikalahkan Hillary Clinton.
Distrik yang diwakili Rashida Tlaib tidak memiliki komunitas Arab dan Muslim yang menonjol. Sebagian besar warganya campuran antara warga kulit putih, kulit hitam, dan hispanik. Kenyataan ini membuat kemenangan Rashida Tlaib menjadi lebih bermakna. Ia dipilih warga Detroit karena pencapaiannya, bukan latar belakangnya.
Saat in ada dua anggota Kongres AS yang beragama Islam, yaitu Keith Ellison dari Minnesota dan Andre Carson dari Indiana. Ada juga anggota kongres keturunan Palestina, yaitu Justin Amash, yang beragama Kristen.
Dikutip dari: Kompas, "Rashida Tlaib, Perempuan Muslim Pertama di Kongres AS", Minggu, 12 Agustus 2018, halaman 3