Monday, 31 August 2015

Anak-anak Penantang Maut

Beberapa hewan dibesarkan di lingkungan yang sangat ekstrim, bahkan mengancam nyawa. Bebek Harlequin (Histrionicus histrionicus) bersarang di dekat sungai berarus deras. Satu atau dua hari setelah menetas, anak bebek akan dibimbing induknya masuk ke sungai.
Bebek Harlequin (Sumber: Wikipedia)
Kambing gunung (Oreamnos americanus) dilahirkan di pegunungan berbatu dengan kemiringan nyaris vertical. Sejak kecil, kambing ini harus memiliki keberanian menapak di tebing bersama induknya. Resiko kematian tentu saja tinggi, meski sang induk selalu berusaha melindungi anaknya dengan menjadi ‘pagar’ di sepanjang perjalanan anaknya.


Yang paling gila mungkin adalah orangtua angsa teritip (Branta leucopsis). Angsa bersarang di atas tebing batu dengan tujuan menghindari pemangsa.Sebagaimana angsa lainnya, induk tidak memberi makan anaknya, tetapi membimbing anak untuk mencari makan. Mau tidak mau, anak angsa yang baru berumur dua-tiga hari dipaksa untuk melompat dari tebing batu. Bulu yang tebal dan tubuh yang ringan mungkin bisa membantu, tetapi tidak dapat sepenuhnya menyelamatkan semua anak bebek yang terjun menghantam bebatuan di bawah tebing.
  

… dan ternyata manusia tidak mau kalah.
(Sumber: Suara Surabaya)