Sunday, 17 July 2016

Mari Bermain Hujan

Seorang teman menggunakan payung di pinggir kolam renang saat hujan deras. Dengan bergurau saya bertanya mengapa harus pakai payung, toh nantinya basah juga saat masuk ke kolam. Jawabannya cukup menggelitik. “Air hujan tidak bagus, bikin sakit,” ujarnya.
140812345.jpg
Bermain hujan seringkali memang diikuti dengan kondisi seperti flu, misalnya pilek. Namun, ini pun bisa dialami jika seseorang bermain air, bukan hanya saat hujan. Sifatnya pun temporer.
Setelah bermain hujan, sebaiknya langsung mandi dengan air biasa, tidak perlu dengan air hangat. Lebih baik lagi jika dilanjutkan dengan acara minum minuman hangat.
Kapan air hujan berbahaya?
Air hujan pertama, terutama di area kota yang padat lalu lintas dan pabrik, merupakan yang paling kotor. Air ini membilas atmosfer yang penuh debu, yang kadang bisa berbahaya tergantung pada jenis polutannya. Sebaiknya hindari bermain air hujan pertama.
Di perkotaan yang padat kendaraan atau di dekat area industri, ada baiknya menunggu 15-30 menit, membiarkan air hujan membilas angkasa, sebelum kita bermain hujan. Dengan demikian, kita dapat mendapatkan air yang bersih.
Bahaya yang lebih besar berasal dari tanah. Bakteri gram-negatif Burkholderia pseudomallei sebenarnya bersifat pasif, lebih senang beristirahat di bawah permukaan tanah. Namun, air hujan dapat memporak-porandakan tempat tidurnya, membuat bakteri berterbangan ke udara (aerosolisasi) dan menginfeksi manusia secara kontak langsung dengan air dan tanah yang terkontaminasi.
Penyakit yang ditimbulkan disebut melioidosis atau penyakit Whitmore. Masalahnya, melioidosis ini memiliki banyak gejala, yang dapat menyerupai penyakit lain seperti tuberkulosis atau pneumonia, sehingga seringkali ahli medis salah menentukan penyebab penyakitnya. Indonesia termasuk daerah endemi melioidosis, terutama di daerah pertanian atau tanah terbuka. Menghindari area itu akan meminimalkan kejadian infeksi.
endemicity-map.jpg
Peta daerah endemi infeksi melioidosis. (CDC)
Kondisi cuaca
Hujan disertai angin yang cukup kencang membuat suhu menjadi dingin dan dapat menyebabkan hipotermia. Jika cuaca berangin kencang sebaiknya kita tidak melakukan kegiatan berhujan-hujan. Dalam kondisi biasa pun, sebaiknya keadaan tubuh tetap perlu diperhatikan. Jika tubuh mulai menggigil ada baiknya permainan dihentikan.
Hujan yang disertai petir juga bukan cuaca yang bagus untuk digunakan bermain di luar ruangan. Tubuh manusia yang merupakan konduktor dapat menjadi sasaran sambaran geledek.
Dengan menghindari hal-hal yang berpotensi bahaya tersebut, bermain hujan bersama keluarga tentu akan memberikan kebahagiaan tersendiri. Siapa yang tidak suka bermain air? Mari bermain hujan!
Little-Cute-Girl-Playing-In-Rain.jpg