Saturday, 26 December 2015

Merayakan Natal Bersama di Betlehem...

Perayaan Natal di Betlehem, Palestina, tempat kelahiran Yesus, tak hanya dirayakan umat Kristiani, tetapi juga umat non-Kristiani. Pada malam Natal, Kamis (24/12), penduduk Betlehem membaur di alun-alun Manger Square di dekat Gereja Kelahiran atau Gereja Navitas, yang didirikan di atas goa tempat kelahiran Yesus.
Puluhan orang antre masuk ke dalam goa yang diyakini sebagai tempat kelahiran Yesus Kristus di Gereja Kelahiran atau Gereja Navitas di Betlehem, Kamis (24/12). Gereja Navitas adalah salah satu gereja tertua di dunia yang masih digunakan sebagai tempat peribadatan. Sepanjang bulan Desember, gereja ini padat oleh peziarah yang datang dari berbagai bangsa.
Puluhan orang antre masuk ke dalam goa yang diyakini sebagai tempat kelahiran Yesus Kristus di Gereja Kelahiran atau Gereja Navitas di Betlehem, Kamis (24/12). Gereja Navitas adalah salah satu gereja tertua di dunia yang masih digunakan sebagai tempat peribadatan. Sepanjang bulan Desember, gereja ini padat oleh peziarah yang datang dari berbagai bangsa. (Kompas/Denty Piawai Nastitie)
Basam (55), warga Palestina, salah satunya ikut terlibat dalam perayaan Natal. Dengan mengenakan atribut natal, seperti topi dan pakaian santa klaus, Basam, dan sebagian besar penduduk Betlehem membaur dalam perayaan Natal. Alun-alun dihiasi pohon natal raksasa dan lampu kerlap-kerlip yang berbentuk rusa dan bintang-bintang.
Di tengah alun-alun itu, ada panggung berukuran 10 meter x 5 meter yang dipakai untuk pementasan musik. Ada pula pedagang yang menjual aneka makanan dan pernak-pernik natal. Tanpa membedakan latar belakang agama seseorang, penduduk Betlehem membaur merayakan Natal.
Perayaan nasional
Menurut Basam, Natal adalah perayaan nasional bagi bangsanya. "Semua orang bersukacita. Tidak membedakan agama dan golongan," ujar pengajar fisika dan matematika di Universitas Betlehem itu. Basam yang non-Kristiani turut melebur dengan umat Kristiani merayakan Natal.
Meski beragama non-Kristiani, Basam datang ke Gereja Navitas untuk menikmati kemeriahan Natal. Dia juga menyempatkan diri masuk ke Gereja Navitas untuk berziarah di tempat kelahiran Yesus.
Di sekitar gereja, ratusan polisi dan tentara Palestina berjaga-jaga. Mereka membawa senjata api dan memeriksa identitas setiap orang yang hendak masuk ke gereja.
Wahid (50), pemandu wisata dari Palestina, menjelaskan, tempat kelahiran Yesus memiliki nilai keagamaan yang besar dan nilai sejarah tinggi. "Sebagian lokasi gereja dipakai umat Kristen beribadat. Sebagian lainnya dipakai beribadah untuk umat Muslim, Ortodoks, dan Armenian. Gereja ini penting bagi banyak orang," tuturnya.
Di Betlehem, para peziarah juga mengunjungi Padang Gembala, Bukit Zaitun, Kapel Kenaikan (Chapel of Ascension), dan Gereja Bapa Kami.
Bagi Darmo (56), peziarah asal Kalimantan Barat, mengunjungi tanah kelahiran Yesus adalah harapan yang menjadi kenyataan. (DNA)
Kompas, Minggu, 27 Desember 2015