Monday, 2 December 2013

Agama dan Instrumen Negara

Kualitas keberagamaan dan moralitas seseorang tidak bisa diraih tanpa dilandasi kesadaran dan kebebasan dalam menentukan tindakannya. Al Quran menegaskan, tak ada paksaan dalam beragama. Ketulusan dan keikhlasan beragama akan hilang jika dilakukan di bawah ancaman dan paksaan.
Dalam jargon keagamaan, hidup ini ibadah, semuanya tertuju hanya pada Allah. Namun, implementasi dan konsekuensi mengabdi pada Allah adalah juga mencintai dan melayani manusia. Jadi, siapa yang ingin dekat kepada Tuhan haruslah hatinya juga dekat dengan manusia. Siapa yang ingin bersih di hadapan Tuhan haruslah bersih di hadapan manusia.
Itulah sebabnya Al Quran secara tegas mengkritik, orang yang rajin melakukan ritual keagamaan, tetapi kalau tidak peduli terhadap agenda perbaikan sosial, seperti menyantuni orang miskin dan anak yatim, mereka dianggap mendustakan agama. Pura-pura beragama.
Komaruddin Hidayat
Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Agama dan Instrumen Negara
Kompas, 18 Agustus 2012